Blogroll

Pages

Rabu, 30 Januari 2013

Proses Manifestasi Kehidupan Manusia


Learning can broadly be defined as any process that inliving organisms leads to permanent capacity change and which is not solely due to biological maturation or ageing (Illeris 2007, p.3).

            Melanjutkan mengkaji pemikiran Illeris dalam bukunya yang berjudul ‘Contemporary Theories of Learning: Learning Theorists... in their own words’ sebagai salah satu bentuk refleksi tentunya bukanlah sesuatu yang salah. Ada begitu banyak pakar menuangkan idenya mengenai subtansi pembelajaran. Di zaman sekarang tentu topik tersebut bukan hanya milik kalangan pendidikan dalam  bidang psychologi, pedagogy semata, melainkan telah menjadi topik hangat di kalangan pelaku ekonomi dan politik. Salah satu penyebabnya menurut Illeris adalah berkembangnya pola pikir yang meyakini tingkat pendidikan dan ketrampilan suatu negara, perusahaan serta individu merupakan tolak ukur yang  penting untuk sebuah persaingan di era globalisasi serta sebagai parameter pengetahuan masyarakatnya.







            Namun demikian Illeris mengajak pembacanya untuk meyakini bahwa pembelajaran sebagai parameter persaingan merupakan fungsi sekunder semata. Menurutnya, fungsi utama belajar adalah sebagai salah satu kemampuan manusia yang paling dasar serta merupakan manifestasi dari kehidupan manusia itu sendiri. Ia mengakui bahwa ‘belajar’ merupakan proses dalam diri manusia yang mencakup serangkaian proses yang sangat luas dan rumi tsehingga membutuhkan pemahaman menyeluruh, yakni tidak semata mencakup sifat dan proses belajar itu sendiri melainkan mencakup segala kondisi yang mempengaruhi maupun dipengaruhi oleh proses tersebut. [gubug]

0 komentar:

Posting Komentar